Penderita HIV/AIDS di Sidoarjo Meningkat

Kompas.com - 20/04/2009, 17:24 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo setiap tahun meningkat, karena makin pedulinya masyarakat dalam ikut menanggulangi penyebaran penyakit tersebut, sehingga penderita yang sebelumnya tidak ketahuan, kini makin terdeteksi.
     
"Pada tahun 2005 tercatat 60 orang penderita dan tahun 2006 meningkat 100 persen menjadi 120 orang penderita," kata Kasubdin Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Sidoarjo, Ika Harnasti, di Sidoarjo, Jatim.

Ika yang dikonfirmasi pada saat peresmian Kantor Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Sidoarjo itu mengemukakan, untuk tahun 2007 jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo juga mengalami peningkatan dengan jumlah penderita 177 orang.
     
"Angka ini terus meningkat dengan jumlah penderita sebanyak 262 orang pada tahun 2008," katanya.

Sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS, selama ini bukan hanya dilakukan oleh pemerintah setempat saja, melainkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang perlindungan HIV/Aids, seperti Sidoarjo "`Care" dan lainnya.

Dengan dirangkulnya semua LSM peduli HIV/Aids dalam wadah KPA, diharapkan bisa lebih menekan penularan penyakit mematikan itu.

"Sampai saat ini penderita HIV/Aids yang ada di Sidoarjo dalam pengawasan kami. Sehingga, terus dipantau perkembangannya agar tidak menular ke keluarga maupun masyarakat," katanya

Hadir dalam kesempatan tersebut `Chief Representative Family Health Indonesia (FHI), James Sinaya dan juga Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso.

James mengatakan, dari tahun ke tahun penyakit HIV/AIDS masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

Sehingga, banyak penderita HIV/AIDS yang memilih menyembunyikan penyakitnya ini daripada ditanggulangi. "Padahal, perilaku seperti itu berimbas pada makin meluasnya penyebaran penyakit ini," katanya.

Perhatian pemerintah setempat sangat dibutuhkan untuk mencegah penyakit ini agar tidak menular. "Bagaimanapun juga penyuluhan kepada masyarakat amat diperlukan untuk mencegah penularan penyakit ini," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau