SIDOARJO, KOMPAS.com - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo setiap tahun meningkat, karena makin pedulinya masyarakat dalam ikut menanggulangi penyebaran penyakit tersebut, sehingga penderita yang sebelumnya tidak ketahuan, kini makin terdeteksi.
"Pada tahun 2005 tercatat 60 orang penderita dan tahun 2006 meningkat 100 persen menjadi 120 orang penderita," kata Kasubdin Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Sidoarjo, Ika Harnasti, di Sidoarjo, Jatim.
Ika yang dikonfirmasi pada saat peresmian Kantor Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Sidoarjo itu mengemukakan, untuk tahun 2007 jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo juga mengalami peningkatan dengan jumlah penderita 177 orang.
"Angka ini terus meningkat dengan jumlah penderita sebanyak 262 orang pada tahun 2008," katanya.
Sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS, selama ini bukan hanya dilakukan oleh pemerintah setempat saja, melainkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang perlindungan HIV/Aids, seperti Sidoarjo "`Care" dan lainnya.
Dengan dirangkulnya semua LSM peduli HIV/Aids dalam wadah KPA, diharapkan bisa lebih menekan penularan penyakit mematikan itu.
"Sampai saat ini penderita HIV/Aids yang ada di Sidoarjo dalam pengawasan kami. Sehingga, terus dipantau perkembangannya agar tidak menular ke keluarga maupun masyarakat," katanya
Hadir dalam kesempatan tersebut `Chief Representative Family Health Indonesia (FHI), James Sinaya dan juga Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso.
James mengatakan, dari tahun ke tahun penyakit HIV/AIDS masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.
Sehingga, banyak penderita HIV/AIDS yang memilih menyembunyikan penyakitnya ini daripada ditanggulangi. "Padahal, perilaku seperti itu berimbas pada makin meluasnya penyebaran penyakit ini," katanya.
Perhatian pemerintah setempat sangat dibutuhkan untuk mencegah penyakit ini agar tidak menular. "Bagaimanapun juga penyuluhan kepada masyarakat amat diperlukan untuk mencegah penularan penyakit ini," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang